2021-01-13

BB Biogen Dan Bptp Sumsel Hadiri Kegiatan Tanam Perdana Program Pengembangan Shorgum Di Sumsel

BPTP SUMATERA SELATAN
...

BANYUASIN - Penanaman Perdana Program Pengembangan Benih Shorgum Manis Bioguma Agritran dilaksanakan di Desa Gelebak Dalam, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan  (07/01/2021).

Dalam mendukung program strategis Kementerian Pertanian, ICD (Indonesia Cerdas Desa) Sumsel memiliki program pemberdayaan masyarakat yang kreatif dan inovatif yaitu "Pengembangan Shorgum Manis Bioguma Agrtran" yang merupakan Varietas Unggul Baru (VUB) hasil Inovasi Badan Litbang Kementerian Pertanian.

Program Pengembangan Shorgum Manis Bioguma Agritan ini kerjasama antara Balai Besar Biogen, Balitbangtan, Kementerian Pertanian dengan Perkumpulan Indonesia Cerdas Desa (ICD) Center. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan manfaat produk Shorgum beserta turunannya, memperkenalkan bercocok tanam secara baik dan profesional sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani, serta kesejahteraan masyarakat dan anggota binaan ICD yang merupakan mitra kerja BPTP Balitbangtan Sumsel.

Acara ini di hadiri H.Ir. Edi Santana Putra, MT. Selaku Pembina ICD Sumsel, M.Taufik, S.Kom., M.Ti. selaku Ketua Umum DPP ICD Nasional, Dr. H. Zainuri, M.PdI selaku Penasehat ICD Sumsel, dan Bambang Soeprijadi, S.E sebagai Ketua ICD Sumsel.

Dr. Dodin Koswadin dari BB Biogen Balitbangtan serta Subkoordinator KSPP BPTP Balitbangtan Sumsel (Sidiq Hanapi, S.P., M.Sc.) juga turut hardir pada kegiatan tanam perdana ini bersama Kepala Dinas Pertanian TPH Provinsi Sumsel (Ir. Bambang Pramono), Kepala Dinas Pertanian Kab. Banyuasin (Zainuddin, S.P. M.Si.), Wakapolres Banyuasin

(Kompol Yenni) didampingi Kapolsek Rambutan, Camat Rambutan, Danramil, Kades Gelebak Dalam dan Masyarakat sekitar.

Saat ini permintaan dunia usaha terhadap sorgum terus meningkat, pola konsumsi masyarakat berbasis tepung juga makin berkembang. Untuk mengurangi tingkat konsumsi beras nasional seiring dengan peningkatan jumlah penduduk, maka diperlukan program diversifikasi pangan seperti yang tertuang pada Perpres No 22 tahun 2009. Dalam mendukung program tersebut, optimalisasi lahan tidak produktif untuk penanaman sorgum perlu dilakukan. Konsumsi tepung import dikurangi melalui pengembangan komoditas tepung sorgum sebagai substitusi tepung terigu.

Pengembangan salah satu komoditas tanaman pangan ini juga dapat berintegrasi dengan peternakan dan perikanan, shorgum sebagai pakan ternak dan bahan baku berbagai industri. (MDS, SH)

Sub Sektor : Lain-Lain
Komoditas : Lain-Lain
Teknologi yang Digunakan :
http://sumsel.litbang.pertanian.go.id/web/berita-bb-biogen-dan-bptp-sumsel-hadiri-kegiatan-tanam-perdana-program-pengembangan-shorgum-di-sumsel.html#ixzz6jOB1sZLL