2019-11-21

Tingkatkan Profesionalisme dan Kapasitas Penyuluh Pertanian Daerah Bptp Gelar Bimtek

BPTP SUMATERA SELATAN
...

BANYUASIN - Peran dan kerjasama penyuluh pertanian dan stakeholders di daerah (Dinas/Instansi terkait) dipandang sangat strategis dalam mendukung keberhasilan pembangunan pertanian. Dalam rangka mewujudkan penyuluh pertanian yang tangguh dan handal dalam memberdayakan pelaku utama dan pelaku usaha, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Sumatera Selatan selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian di daerah menyelenggarakan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Penyuluh Daerah Mendukung Revolusi Industri 4.0, Kamis (21 November 2019).

Ketua pelaksana kegiatan Susilawati, SP., M.Si menyampaikan bahwa Bimbingan Teknis (bimtek) yang dilaksanakan di Aula SMK Pembangunan Pertanian Negeri Sembawa Kabupaten Banyuasin merupakan kerjasama antara BPTP-Balitbangtan Sumatera Selatan dengan Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian, Bogor. Kegiatan bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan kapasitas penyuluh pertanian di daerah. Kegiatan ini diikuti oleh 100 orang peserta yang terdiri dari Penyuluh BPTP Balitbangtan Sumsel, penyuluh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi, dan penyuluh pertanian dari 17 kabupaten/kota se-Provinsi Sumatera Selatan.

Hadir dalam kegiatan Bimtek ini, Kepala SMK PP Sembawa (Ir. Mantobi'i, MP), Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banyuasin, Kasi KSPP (Sidiq Hanapi, SP., M.Sc), serta Peneliti dan Penyuluh BPTP.

Bimtek dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Perpustakaan dan Penyebarluasan Teknologi Pertanian Bogor, (Dr. Retno Sri Hartati Mulyandari). Dalam sambutannya, Dr. Retno menyampaikan bahwa Revolusi Industri 4.0 membawa kita untuk meningkatkan kapabilitas kita dalam penggunaan teknologi.

Kepala BPTP Balitbangtan Sumatera Selatan, (Dr. Atekan, SP, M.Si) menyampaikan kata sambutan sekaligus mensosialisasikan Program Strategis Kementerian Pertanian “Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KONSTRATANI)”. Dr. Atekan, SP, M.Si menyampaikan bahwa Penyuluh adalah ujung tombak pembangunan pertanian, untuk itu peningkatan kapasitas penyuluh sangat diperlukan di era industri 4.0. Pada kesempatan ini, Dr. Atekan juga mengingatkan perlunya kerjasama antar stakeholders. Penyuluh, peneliti, dan stakeholders di daerah tidak bisa dipisahkan satu dan lainnya. “Penyuluh tanpa peneliti seperti orang buta, peneliti tanpa penyuluh seperti orang lumpuh, begitu pula peneliti dan penyuluh tanpa stakeholders lainnya bukan apa-apa” sambung Dr. Atekan.

Pada bimtek ini disampaikan 2 (dua) materi utama mengenai Angka Kredit Penyuluh Pertanian dan DUPAK online yang disampaikan oleh Tim Forum Komunikasi Penyuluh Pertanian Utama (FKPPU), Ir. Sad Hutomo Pribadi, M.Si serta Literasi Pustaka yang disampaikan oleh Tim dari Pusat Perpustakaan dan Penyebarluasan Teknologi Pertanian, Bogor.

Peserta bimtek juga mempraktekkan pengisian dupak online yang dipandu oleh Penyuluh BPTP (Yayan Suryana, SP dan Maya Dhania Sari, SP). (MDS, ByH, SH)

 

Materi dan Rumusan Bimtek dapat diunduh dengan mengklik link di bawah ini:

1. Program Strategis Kementerian Pertanian “Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KONSTRATANI)

2. Angka Kredit Penyuluh Pertanian dan DUPAK online

3. Peran Agrosociopreneur Dalam Literasi Informasi Pertanian Bagi Penyuluh

4. Literasi Informasi Bagi Penyuluh Pertanian

5. Petunjuk Penggunaan Sistem Dupak Online Untuk Pejabat Fungsioanal

6. Rumusan Bimtek

Sub Sektor : Lain-Lain
Komoditas : Lain-Lain
Teknologi yang Digunakan :
http://sumsel.litbang.pertanian.go.id/web/berita-tingkatkan-profesionalisme-dan-kapasitas-penyuluh-pertanian-daerah-bptp-gelar-bimtek.html#ixzz65zGDyqCe